Identifikasi Pengembangan Petroleum Geoheritage sebagai Wisata Edukasi di Kabupaten Bojonegoro

Penulis

  • Riadi Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Ibrahim Tohar Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Rahman Hakim Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.29303/sade.v4i2.151

Kata Kunci:

Petroleum Geoharitage, Pengembangan, Wisata Edukasi, Kabupaten Bojonegoro

Abstrak

Kawasan Petroleum Geoheritage Teksas Wonocolo di Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi geologi, sejarah industri minyak tradisional, serta nilai edukatif yang tinggi dan unik di Indonesia. Keberadaan sumur minyak tradisional yang masih beroperasi secara manual, temuan fosil fauna purba, serta lanskap geologi yang khas menjadikan kawasan ini layak dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi berbasis geoheritage. Namun demikian, pemanfaatan potensi kawasan tersebut masih belum optimal, terutama terkait keterbatasan fasilitas edukasi, kurangnya media interpretasi geologi, penataan ruang dan sistem sirkulasi yang belum terstruktur, serta pengelolaan kawasan yang belum terintegrasi secara berkelanjutan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi besar kawasan dan tingkat pemanfaatan aktual, sehingga diperlukan arah pengembangan yang terencana dan berbasis kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan studi arah pengembangan Petroleum Geoheritage sebagai wisata edukasi di Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik observasi lapangan, wawancara dengan pengelola dan masyarakat, studi literatur, serta dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan lima aspek kajian, yaitu kondisi eksisting kawasan, aksesibilitas, fasilitas dan sarana wisata, aktivitas dan kebutuhan pengunjung, serta regulasi kebijakan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan memiliki potensi yang signifikan untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi berbasis geoheritage yang mendukung pelestarian warisan geologi, peningkatan literasi geosains, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Namun, pengembangan kawasan memerlukan peningkatan kualitas fasilitas edukasi, penataan sistem sirkulasi dan aksesibilitas, pengembangan jalur wisata tematik dan ruang interpretasi, serta penguatan sistem pengelolaan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan. Arah pengembangan yang dihasilkan dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan dan perancangan kawasan pada tahap selanjutnya, serta mendukung pengembangan Petroleum Geoheritage Teksas Wonocolo sebagai destinasi wisata edukasi yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berpotensi menuju pengakuan sebagai kawasan geopark berstandar internasional.

Referensi

Aidil, m., shah, m., mahmud, s. H., & anhar, a. N. (2025). Challenges in maintaining geopark facilities and assets : evidence from malaysian geoparks. Ix(2454), 7594–7617. Https://doi.org/10.47772/ijriss

Alma alyzia yasmine, budi puspo priyadi, i. H. D. D. (2025). Strategi pengembangan desa wisata migas di geopetroleum teksas wonocolo kabupaten bojonegoro. Educacao e sociedade, 1(1), 1689–1699.

Almasdi syahza. (2021). Metode penelitian.

Anderson, c. (2010). Presenting and evaluating qualitative research. 74(8).

Ash-shiddiqi, h., sinaga, r. W., audina, n. C., data, r., & data, d. (2025). Kajian teoritis: analisis data kualitatif. 3(2), 333–343.

Bappeda bojonegoro. (2025). Rencana pembangunan jangka menengah daerah (rpjmd) kabupaten bojonegoro tahun 2025–2029 (vol. 2). Https://bappeda.bojonegorokab.go.id/menu/detail/2/rpjmdbojonegoro

Catana, m. M. (2020). The role of unesco global geoparks in promoting geosciences education for sustainability. 1–10.

Fandeli, c. (1995). Pengertian dan konsep dasar ekowisata. 1990.

Fithrotul, l., & indah, f. (2025). Strategi pengembangan geopark kebumen sebagai destinasi geowisata bertaraf internasional pasca-pengakuan unesco development strategy of geopark kebumen as an international geotourism destination post unesco recognition. 3(1).

Gsa position statement. (2022). Geoheritage.

Idfos indonesia. (2024). Sinergi geopark teksas wonocolo: menuju destinasi wisata kelas dunia dengan kolaborasi multi-pihak. Https://idfos.or.id/sinergi-geopark-teksas-wonocolo-menuju-destinasi-wisata-kelas-dunia-dengan-kolaborasi-multi-pihak/

Igirisa, s., lagalo, a. M. S., & talib, d. (2025). Potensi al-fattah garden sebagai wisata edukasi: sebuah analisis komponen pariwisata (4a). 8, 15–22.

Khoirudin. (2025). Angkat tema ‘petroleum system terdangkal’, bojonegoro makin berpeluang menuju unesco global geopark. Https://bojonegorokab.go.id/berita/8997/angkat-tema-petroleum-system-terdangkal-bojonegoro-makin-berpeluang-menuju-unesco-global-geopark

Matthew b. Miles , a michael huberman, j. S. (2014). Qualitative data analysis.

Pemerintah kabupaten bojonegoro. (2023). Peraturan bupati bojonegoro nomor 8 tahun 2023 tentang rencana detail tata ruang kawasan perkotaan bojonegoro tahun 2023–2043 (vol. 3, issue 5). Https://drive.google.com/file/d/1eaz8impnp5dsxjzsrdfef6nvcf1d_smf/view

Pemerintah kabupaten bojonegoro. (2025a). Geopark nasional bojonegoro masuk dua besar aspiring unesco global geopark 2025. Https://bojonegorokab.go.id/berita/8620/geopark-nasional-bojonegoro-masuk-dua-besar-aspiring-unesco-global-geopark-2025

Pemerintah kabupaten bojonegoro. (2025b). Tempat - tempat wisata. Https://bojonegorokab.go.id/informasi?id=7

Peraturan bupati bojonegoro. (2025). Peraturan daerah kabupaten bojonegoro nomer 4 tahun 2020 (issue 6). Http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/red2017-eng-8ene.pdf?sequence=12&isallowed=y%0ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_sistem_pembetungan_terpusat_strategi_melestari

Puguh andhi setiawan, d. (2024). Interpretation program planning as an effort to support ecotourism activities at the wonocolo teksas geosite , bojonegoro. 4(10), 8478–8498.

Ramli, e. M. R., suliwati, s. E. S. D., karimuddin, b. T. A. N., khaidir, m. H. A. N. S., & jahja, a. S. (2023). Metodologi penelitian kualitatif.

Selly, a. D., hergianasari, p., & nau, n. U. W. (2023). Analisis side event w20 dalam mewujudkan kesetaraan gender di manokwari papua barat. Administraus, 7(1), 114–128. Https://doi.org/10.56662/administraus.v7i1.203

Sugiyono. (2020). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif dan r & d.

Yuwana, d. A., & susana, m. (2021). Kriteria dan perlindungan cagar alam geologi kabupaten bojonegoro untuk perencanaan tata ruang. 55, 229–236.

Unduhan

Diterbitkan

10-04-2026

Cara Mengutip

Riadi, Tohar, I., & Hakim, R. (2026). Identifikasi Pengembangan Petroleum Geoheritage sebagai Wisata Edukasi di Kabupaten Bojonegoro. SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi Dan Teknik Sipil, 4(2), 51–60. https://doi.org/10.29303/sade.v4i2.151

Terbitan

Bagian

Artikel

Kategori