https://sade.unram.ac.id/index.php/sade/issue/feedSADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil2026-04-10T16:45:41+00:00Rini Srikus Saptaningtyas, ST., M.Sc[email protected]Open Journal Systems<p><strong>Jurnal SADE</strong> <span style="font-weight: 400;">merupakan jurnal publikasi ilmiah yang menerbitkan artikel atau tulisan hasil penelitian serta kajian yang mencakup bidang keilmuan Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil.</span> <strong>Jurnal SADE</strong><span style="font-weight: 400;"> diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober oleh Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram terhitung sejak tahun 2021.</span></p> <p><strong>Jurnal SADE</strong><span style="font-weight: 400;"> menerima segala bentuk publikasi ilmiah dari berbagai kalangan dalam lingkup nasional. Artikel/tulisan yang diterima Jurnal SADE adalah artikel/tulisan yang belum pernah dipublikasikan, otentik, dan tidak sedang dalam tahap review pada publikasi lainnya baik cetak maupun online. Semua artikel yang masuk akan melalui proses </span><em><span style="font-weight: 400;">peer-review</span></em><span style="font-weight: 400;"> oleh ahli di bidang dan topik artikel terkait.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Informasi lebih lanjut: </span><a href="http://sade.unram.ac.id/index.php/sade/management/settings/context/mailto:[email protected]"><span style="font-weight: 400;">[email protected]</span></a></p>https://sade.unram.ac.id/index.php/sade/article/view/175SADE Vol.4 No.2 Oktober 2025 | Bagian Depan2026-04-10T16:40:07+00:00Editor SADE[email protected]2026-04-10T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Editor SADEhttps://sade.unram.ac.id/index.php/sade/article/view/149Studi Penerapan Konsep Arsitektur Simbolik dalam Perancangan Galeri Budaya di Kota Denpasar2026-02-13T03:13:27+00:00Andru Aldino[email protected]Ibrahim Tohar[email protected]Joko Santoso[email protected]<p>Kota Denpasar memiliki potensi budaya yang kuat, namun tantangan globalisasi dan perubahan pola interaksi generasi muda terhadap budaya lokal menyebabkan perlunya ruang edukasi budaya yang lebih kontekstual dan simbolis. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan konsep arsitektur simbolik dalam perancangan Galeri Budaya di Kota Denpasar untuk memperkuat identitas lokal melalui bentuk, orientasi, dan elemen budaya Bali yang memiliki makna filosofis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian literatur mengenai simbolisme arsitektural, kosmologi Bali, serta standar perancangan galeri budaya. Selain itu, dilakukan analisis studi preseden untuk memahami penerapan konsep serupa pada bangunan galeri sejenis di berbagai daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan simbol budaya dalam bentuk massa, motif, orientasi ruang berdasarkan konsep kaja kelod dan sanga mandala, serta integrasi narasi visual mampu menciptakan ruang pamer yang komunikatif, imersif, dan bermakna. Penerapan arsitektur simbolik terbukti tidak hanya memperkuat identitas visual bangunan, tetapi juga meningkatkan keterlibatan emosional dan pemahaman pengunjung terhadap nilai budaya Bali. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar perancangan galeri budaya yang mampu menjembatani tradisi, teknologi, dan kebutuhan ruang modern secara berkelanjutan serta adaptif terhadap perkembangan zaman.</p>2026-04-10T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Andru Aldino, Ibrahim Tohar, Joko Santosohttps://sade.unram.ac.id/index.php/sade/article/view/151Identifikasi Pengembangan Petroleum Geoheritage sebagai Wisata Edukasi di Kabupaten Bojonegoro2026-02-13T03:19:26+00:00Riadi[email protected]Ibrahim Tohar[email protected]Rahman Hakim[email protected]<p>Kawasan <em>Petroleum Geoheritage </em>Teksas Wonocolo di Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi geologi, sejarah industri minyak tradisional, serta nilai edukatif yang tinggi dan unik di Indonesia. Keberadaan sumur minyak tradisional yang masih beroperasi secara manual, temuan fosil fauna purba, serta lanskap geologi yang khas menjadikan kawasan ini layak dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi berbasis geoheritage. Namun demikian, pemanfaatan potensi kawasan tersebut masih belum optimal, terutama terkait keterbatasan fasilitas edukasi, kurangnya media interpretasi geologi, penataan ruang dan sistem sirkulasi yang belum terstruktur, serta pengelolaan kawasan yang belum terintegrasi secara berkelanjutan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi besar kawasan dan tingkat pemanfaatan aktual, sehingga diperlukan arah pengembangan yang terencana dan berbasis kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan studi arah pengembangan <em>Petroleum Geoheritage </em>sebagai wisata edukasi di Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik observasi lapangan, wawancara dengan pengelola dan masyarakat, studi literatur, serta dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan lima aspek kajian, yaitu kondisi eksisting kawasan, aksesibilitas, fasilitas dan sarana wisata, aktivitas dan kebutuhan pengunjung, serta regulasi kebijakan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan memiliki potensi yang signifikan untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi berbasis geoheritage yang mendukung pelestarian warisan geologi, peningkatan literasi geosains, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Namun, pengembangan kawasan memerlukan peningkatan kualitas fasilitas edukasi, penataan sistem sirkulasi dan aksesibilitas, pengembangan jalur wisata tematik dan ruang interpretasi, serta penguatan sistem pengelolaan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan. Arah pengembangan yang dihasilkan dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan dan perancangan kawasan pada tahap selanjutnya, serta mendukung pengembangan <em>Petroleum Geoheritage </em>Teksas Wonocolo sebagai destinasi wisata edukasi yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berpotensi menuju pengakuan sebagai kawasan geopark berstandar internasional.</p>2026-04-10T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Riadi, Ibrahim Tohar, Rahman Hakimhttps://sade.unram.ac.id/index.php/sade/article/view/174Perumusan Konsep Dasar pada Perancangan Rumah Susun Sederhana Sewa di Kota Semarang2026-04-07T09:52:37+00:00Adi Prayitno[email protected]Andarita Rolalisasi[email protected]Farida Murti[email protected]<p>Kota Semarang menghadapi tantangan kepadatan penduduk dan tingginya angka <em>backlog</em> hunian yang mencapai 124.657 unit pada tahun 2024. Ketidakterjangkauan harga properti bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memicu pertumbuhan permukiman tidak layak. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep perancangan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dengan pendekatan arsitektur perilaku. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menghasilkan konsep utama "LUMPIA" (Lingkungan Utama Membentuk Perilaku Interaksi Akrab). Konsep ini mengintegrasikan karakteristik sosial penghuni dengan mitigasi kondisi geografis pesisir Semarang yang rawan banjir. Implementasi desain meliputi orientasi bangunan hemat energi, penggunaan <em>bioswale</em>, serta penyediaan koridor luas dan ruang komunal sebagai pemicu interaksi sosial. Hasil penelitian ini memberikan panduan desain hunian vertikal yang adaptif, manusiawi, dan berkelanjutan bagi peningkatan kualitas hidup MBR di wilayah pesisir.</p>2026-04-10T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Adi Prayitno, Andarita Rolalisasi, Farida Murtihttps://sade.unram.ac.id/index.php/sade/article/view/130Analisis Studi Kesenjangan Infrastruktur di Kawasan Pusat Permukiman pada Kelurahan Dasan Agung dan Kekalik Jaya Kota Mataram2025-10-23T03:56:02+00:00Lalu Muhammad Faqih Firmansyah[email protected]Hilma Luthfia[email protected]Ferawati Fajrin[email protected]Muhammad Julfi Zahari[email protected]Iva Nur Ilmi[email protected]Giska Ayu Pradana Putri Kamase[email protected]<p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini menganalisis kesenjangan infrastruktur di permukiman Dasan Agung dan Kekalik, Kota Mataram. Meski berada di pusat kota, keduanya menunjukkan kondisi infrastruktur yang berbeda. Studi ini membandingkan kondisi fisik dan pelayanan dasar di kedua wilayah serta mengidentifikasi faktor penyebab kesenjangan guna mendukung perencanaan permukiman yang adil dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah kualitatif-komparatif dengan studi kasus, melibatkan observasi dan wawancara mendalam. Analisis kuantitatif dilakukan melalui skoring variabel jalan, drainase, air bersih, dan listrik.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Hasil menunjukkan Dasan Agung memiliki skor rata-rata 29% (buruk), sedangkan Kekalik Jaya 54% (cukup). Meskipun total skor agregat terlihat sama, distribusi nilai tiap indikator menunjukkan disparitas signifikan. Dasan Agung unggul pada struktur jalan namun fisiknya rusak karena minim perawatan. Drainasenya sering banjir akibat saluran terbuka, berbeda dengan Kekalik yang lebih efisien. Skor air bersih dan listrik identik, tetapi layanan di Kekalik lebih stabil dan legal. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Kesenjangan ini dipengaruhi lemahnya pengawasan dan kebijakan tata ruang yang belum menjangkau wilayah swadaya. Temuan ini mencerminkan teori Todaro dan Smith, serta menunjukkan hambatan dalam pencapaian SDGs 9 dan 11.</span></p>2026-04-10T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Lalu Muhammad Faqih Firmansyah, Hilma Luthfia, Ferawati Fajrin, Muhammad Julfi Zahari, Iva Nur Ilmi, Giska Ayu Pradana Putri Kamasehttps://sade.unram.ac.id/index.php/sade/article/view/121Terminal Pandaan di Kabupaten Pasuruan : Studi Kasus Peralihan menjadi Terminal Transit untuk Pariwisata2025-01-30T03:52:51+00:00Octavia Eka Putri Yuantika[email protected]Tigor Wilfritz Soaduon Panjaitan[email protected]Dadoes Soemarwanto[email protected]<p>Kabupaten Pasuruan yang ada di Provinsi Jawa Timur, memiliki potensi terkait pariwisata dengan berbagai destinasi wisatanya yang menarik. Terminal Pandaan yang bertipe A dan berfungsi sebagai terminal transit di Kabupaten Pasuruan, akan dialih fungsikan menjadi terminal transit untuk pariwisata. Perubahan fungsi terminal bertujuan untuk mendukung aksesibilitas wisatawan di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan mengevaluasi potensi peralihan Terminal Pandaan menjadi terminal transit untuk pariwisata. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui studi pustaka, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Terminal Pandaan memiliki beberapa fasilitas, tetapi masih perlu adanya peningkatan dalam hal aksesibilitas, fasilitas untuk penyandang disabilitas, dan promosi terkait destinasi wisata. Oleh karena itu, disarankan untuk menambah fasilitas seperti area parkir, alternatif angkutan wisata, dan pusat informasi yang lebih informatif. Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan Terminal Pandaan dapat berfungsi lebih optimal sebagai pusat transit yang mendukung sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Pasuruan.</p>2026-04-10T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Octavia Eka Putri Yuantika