https://sade.unram.ac.id/index.php/sade/issue/feed SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil 2026-07-09T16:32:45+01:00 Rini Srikus Saptaningtyas, ST., M.Sc [email protected] Open Journal Systems <p><strong>Jurnal SADE</strong> <span style="font-weight: 400;">merupakan jurnal publikasi ilmiah yang menerbitkan artikel atau tulisan hasil penelitian serta kajian yang mencakup bidang keilmuan Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil.</span> <strong>Jurnal SADE</strong><span style="font-weight: 400;"> diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober oleh Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram terhitung sejak tahun 2021.</span></p> <p><strong>Jurnal SADE</strong><span style="font-weight: 400;"> menerima segala bentuk publikasi ilmiah dari berbagai kalangan dalam lingkup nasional. Artikel/tulisan yang diterima Jurnal SADE adalah artikel/tulisan yang belum pernah dipublikasikan, otentik, dan tidak sedang dalam tahap review pada publikasi lainnya baik cetak maupun online. Semua artikel yang masuk akan melalui proses </span><em><span style="font-weight: 400;">peer-review</span></em><span style="font-weight: 400;"> oleh ahli di bidang dan topik artikel terkait.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Informasi lebih lanjut: </span><a href="http://sade.unram.ac.id/index.php/sade/management/settings/context/mailto:[email protected]"><span style="font-weight: 400;">[email protected]</span></a></p> https://sade.unram.ac.id/index.php/sade/article/view/181 SADE Vol. 5 No. 1 April 2026 | Bagian Depan 2026-07-09T16:27:00+01:00 Editor SADE [email protected] 2026-07-09T00:00:00+01:00 Hak Cipta (c) 2026 Editor SADE https://sade.unram.ac.id/index.php/sade/article/view/155 Studi Penerapan Prinsip Arsitektur Pesisir pada Perancangan Sentra Wisata Kuliner di Kota Balikpapan 2026-04-13T01:54:37+01:00 Ahmad Farhan [email protected] Tigor Wilfritz Soaduon Panjaitan [email protected] Suko Istijanto [email protected] <p>Kawasan pesisir memiliki karakter lingkungan yang berbeda dengan wilayah daratan, seperti paparan angin laut, kelembapan tinggi, dan potensi korosi, yang menuntut pendekatan perancangan arsitektur yang adaptif. Kota Balikpapan sebagai kota pesisir memiliki potensi pengembangan sentra wisata kuliner yang berfungsi tidak hanya sebagai fasilitas komersial, tetapi juga sebagai ruang publik. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan prinsip arsitektur pesisir dalam perancangan sentra wisata kuliner di Kota Balikpapan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan studi preseden arsitektural tanpa observasi lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip arsitektur pesisir meliputi respon terhadap iklim dan angin laut, orientasi bangunan ke arah laut, penggunaan ruang transisi semi-outdoor, serta pemilihan bentuk, struktur, dan material yang adaptif terhadap lingkungan pesisir. Studi preseden Sydney Fish Market dan Gushan Fish Market memperlihatkan bahwa penerapan prinsip tersebut bersifat kontekstual terhadap kondisi tapak dan lingkungan sekitar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prinsip arsitektur pesisir dapat menjadi landasan konseptual yang relevan dalam perancangan sentra wisata kuliner pesisir untuk meningkatkan kenyamanan, kualitas ruang, dan keberlanjutan bangunan.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Arsitektur Pesisir; Sentra Wisata Kuliner; Kawasan Pesisir; Ruang Publik; Kota Balikpapan</p> 2026-07-09T00:00:00+01:00 Hak Cipta (c) 2026 Ahmad Farhan https://sade.unram.ac.id/index.php/sade/article/view/153 Analisa Tapak pada Perancangan Sekolah Rakyat Menengah Atas di Bangkalan 2026-04-15T02:14:22+01:00 Enrico Rafi Marbella [email protected] Intan Kusumaningayu [email protected] Khoudiy Iffiyah [email protected] <p>Kabupaten Bangkalan mencatat angka Anak Tidak Sekolah (ATS), Drop Out (DO), dan Lulusan Tidak Melanjutkan (LTM) yang tinggi, sehingga dibutuhkan fasilitas pendidikan alternatif yang lebih inklusif dan mudah diakses. Perancangan Sekolah Rakyat Menengah Atas di Bangkalan diusulkan untuk memberikan kesempatan pendidikan bagi remaja yang tidak sekolah maupun putus sekolah. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu studi teori mengenai aspek tapak, penilaian lokasi menggunakan sistem skor, serta analisis hasil untuk menentukan tapak terbaik. Aspek yang dinilai meliputi zonasi, aksesibilitas, utilitas, fasilitas pendukung, elevasi tapak, kondisi lingkungan, serta potensi pengembangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tapak di Jl. Raya Telang, Kecamatan Kamal, memenuhi syarat sebagai zona pendidikan, memiliki akses jalan memadai, luas lahan cukup, serta regulasi tapak seperti GSB 2 meter, KLB 1,2, KDB 80%, dan KDH 15%. Secara keseluruhan, lokasi ini dinilai layak untuk pengembangan Sekolah Rakyat karena mampu mendukung kebutuhan ruang belajar, kegiatan luar ruang, dan fungsi sekolah sebagai pusat kegiatan masyarakat.</p> 2026-07-09T00:00:00+01:00 Hak Cipta (c) 2026 Enrico Rafi Marbella, Intan Kusumaningayu, Khoudiy Iffiyah https://sade.unram.ac.id/index.php/sade/article/view/146 Analisis Tinjauan Aksi pada Perencanaan Pengembangan Stadion Sepak Bola di Kabupaten Nganjuk 2026-04-15T02:47:14+01:00 Dion Ardian Oktaviano [email protected] Febby Rahmatullah Masruchin [email protected] Darmansjah Tjahja Prakasa [email protected] <p>Stadion Anjuk Ladang sebagai fasilitas utama sepak bola di Kabupaten Nganjuk telah mengalami ketertinggalan infrastruktur dan ketidaksesuaian dengan standar prasarana dan sarana stadion sepak bola dalam Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 7 Tahun 2021, terutama pada aspek sirkulasi, zonasi keamanan, dan fasilitas pengguna, sehingga membatasi operasional pertandingan profesional. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan eksisting, mengevaluasi kendala keterbatasan lahan, serta merumuskan arah pengembangan stadion yang sesuai standar nasional dan kebutuhan masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitik dengan data primer dari observasi lapangan dan data sekunder dari kajian regulasi serta pengukuran digital Google Earth sebagai perbandingan dan kebutuhan luasan lahan pengembangan, dianalisis melalui perbandingan standar (kualitatif-kuantitatif), <em>benchmarking</em> luas lahan stadion rujukan, serta sintesis rekomendasi aksi desain.​ Hasil menunjukkan ketidaksesuaian 81,48% dari 27 kriteria standar yang disandingkan, dengan luas lahan eksisting hanya 2,92 ha di bawah minimal ideal ≥3,5 ha berdasarkan studi banding Stadion Brawijaya (3,50 ha), Wilis (4,02 ha), dan Letjend H. Soedirman (3,97 ha). Kesimpulan merekomendasikan pembangunan ulang menyeluruh atau relokasi untuk membentuk zonasi aman, sirkulasi terpisah, dan fasilitas <em>multipurpose</em>. Implikasi penelitian mendukung pengembangan olahraga profesional Persenga Nganjuk dan ekonomi lokal melalui stadion modern yang aman serta inklusif.</p> 2026-07-09T00:00:00+01:00 Hak Cipta (c) 2026 Dion Ardian Oktaviano, Febby Rahmatullah Masruchin, Darmansjah Tjahja Prakasa https://sade.unram.ac.id/index.php/sade/article/view/132 Kajian Koridor Pelabuhan Kota Tua Ampenan dalam Rangka Menjaga Nilai Sejarah Arsitektur 2025-08-15T03:42:56+01:00 nada putrie [email protected] Rini S. Saptaningtyas [email protected] Ismira Bulan Fadhila [email protected] Annisa Ayu Nur Saufitri [email protected] NS. Shahrastian Rashid [email protected] <p>Kota Tua Ampenan merupakan kawasan bersejarah yang menyimpan identitas budaya penting di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting bangunan bersejarah di koridor Jalan Pabean serta merumuskan strategi pelestarian yang sesuai dengan karakter kawasan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi lapangan dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bangunan mengalami degradasi fisik dan alih fungsi yang tidak mempertimbangkan nilai historisnya. Faktor penyebab utama meliputi kurangnya perawatan, keterbatasan finansial, kepemilikan terfragmentasi, serta lemahnya regulasi. Strategi pelestarian yang diusulkan meliputi pendekatan desain konservatif, <em>adaptive reuse</em>, revitalisasi kawasan, serta integrasi pelestarian ke dalam kebijakan tata ruang dan pengembangan pariwisata budaya. Temuan ini menunjukkan kesesuaian dengan teori pelestarian arsitektur yang menekankan pentingnya perlindungan, konservasi, dan revitalisasi secara kontekstual. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi model bagi pelestarian kawasan bersejarah lainnya di Indonesia agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.</p> 2026-07-09T00:00:00+01:00 Hak Cipta (c) 2026 nada putrie, Rini, Ismira, Saufitri, Rashid https://sade.unram.ac.id/index.php/sade/article/view/171 Evaluasi Kelayakan Perancangan Rusunawa di Kota Gresik berdasarkan Standar Hunian yang Layak 2026-02-13T03:37:35+00:00 Fanesa Dwi Retno Aprilia Sanjaya [email protected] Joko Santoso [email protected] Suko Istijanto [email protected] <p>Rusunawa merupakan salah satu solusi penyediaan hunian vertikal yang layak dan terjangkau di kawasan perkotaan. Namun, kualitas bangunan rusunawa perlu dievaluasi untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar hunian layak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan bangunan Rusunawa Gulomantung di Kabupaten Gresik berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2007 dan SNI 03-1733-2004. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis dilakukan menggunakan tabel checklist evaluasi dengan membandingkan kondisi eksisting bangunan terhadap standar hunian layak yang meliputi aspek bangunan, keselamatan, sanitasi dan kesehatan, kenyamanan, fasilitas, serta aksesibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum Rusunawa Gulomantung telah memenuhi sebagian besar kriteria hunian layak. Aspek bangunan, sanitasi, dan aksesibilitas tergolong baik, sedangkan aspek keselamatan, fasilitas, dan kenyamanan masih belum optimal pada beberapa bagian. Aspek aksesibilitas menjadi aspek dengan tingkat kelayakan tertinggi, sementara aspek keselamatan dan fasilitas memerlukan perhatian lebih, khususnya pada penyediaan APAR, rambu evakuasi, serta peningkatan kualitas fasilitas umum. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Rusunawa Gulomantung dapat dikategorikan sebagai hunian yang cukup layak, namun masih memerlukan peningkatan pada beberapa aspek agar memenuhi standar hunian yang layak secara optimal.</p> 2026-07-09T00:00:00+01:00 Hak Cipta (c) 2026 Fanesa Dwi Retno Aprilia Sanjaya, Santoso, Istijanto