Analisis Studi Kesenjangan Infrastruktur di Kawasan Pusat Permukiman pada Kelurahan Dasan Agung dan Kekalik Jaya Kota Mataram

Penulis

  • Lalu Muhammad Faqih Firmansyah Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Mataram
  • Hilma Luthfia Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Mataram
  • Ferawati Fajrin Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Mataram
  • Muhammad Julfi Zahari Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Mataram
  • Iva Nur Ilmi Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Mataram
  • Giska Ayu Pradana Putri Kamase Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.29303/sade.v4i2.130

Kata Kunci:

Kesenajangan Infrastruktur, Permukiman Swadaya, Dasan Agung, Kekalik Jaya, Perencanaan Kota

Abstrak

Penelitian ini menganalisis kesenjangan infrastruktur di permukiman Dasan Agung dan Kekalik, Kota Mataram. Meski berada di pusat kota, keduanya menunjukkan kondisi infrastruktur yang berbeda. Studi ini membandingkan kondisi fisik dan pelayanan dasar di kedua wilayah serta mengidentifikasi faktor penyebab kesenjangan guna mendukung perencanaan permukiman yang adil dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah kualitatif-komparatif dengan studi kasus, melibatkan observasi dan wawancara mendalam. Analisis kuantitatif dilakukan melalui skoring variabel jalan, drainase, air bersih, dan listrik.

Hasil menunjukkan Dasan Agung memiliki skor rata-rata 29% (buruk), sedangkan Kekalik Jaya 54% (cukup). Meskipun total skor agregat terlihat sama, distribusi nilai tiap indikator menunjukkan disparitas signifikan. Dasan Agung unggul pada struktur jalan namun fisiknya rusak karena minim perawatan. Drainasenya sering banjir akibat saluran terbuka, berbeda dengan Kekalik yang lebih efisien. Skor air bersih dan listrik identik, tetapi layanan di Kekalik lebih stabil dan legal. 

Kesenjangan ini dipengaruhi lemahnya pengawasan dan kebijakan tata ruang yang belum menjangkau wilayah swadaya. Temuan ini mencerminkan teori Todaro dan Smith, serta menunjukkan hambatan dalam pencapaian SDGs 9 dan 11.

Referensi

Brundtland, (1987) World Commission on Environment and Development (WCED)

Kessides, C. (2006) Infrastructure Privatization and Regulation: Promises and Perils, World Bank Research Observer, 21(1), 81-108.

Kessides, C., 1993. “ The Contributions of infrastructure to Economic Development- A Review of Exoerience and Policy implications”, World Bank, Washington D.C

Nisyak, Q. I., Handoyo, P., Harianto, S. (2023) Kesenjangan Sosial Masyarakat Urban di Balik Pembangunan Infrastruktur Kota (Studi di Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya, 15(2).

Panggarti, U., Zumaeroh, Purnomo, S. D., Part I: The right to the City and the Urban Revolution. International Journal of Urban and Regional Research, 34(1), 6-17)

Rahayu, L., Korelasi Antara Kesenjangan Pembangunan Infrastruktur Jalan Dengan Kesejahteraan Penduduk di Indonesia. (2020), 3(1).

Retnowati, D., Adhitya, B. (2022) Studi Komparatif Ketimpangan Antar Pulau di Indonesia, Jurnal Ekonomi, 24(2), 288-298.

Sihombing, L., A., Utami, F., C., (2023) Hirarki dan Distribusi Kota: Penyebaran, dan Kepadatan Penduduk Serta Implikasinya Terhadap Infrastruktur, Jurnal Ilmiah Sosial Teknik, 5(2).

Soja, E.W. (2010) Spatializing the Urban,

Sukwika, T. (2018) Peran Pembangunan Infrastruktur Terhadap Ketimpangan Ekonomi Antarwilayah di Indonesia, Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 6(2), 115-130.

Wilonoyudho, S., (2009) Kesenjangan Dalam Pembangunan Kewilayahan, 23(2).

Unduhan

Diterbitkan

10-04-2026

Cara Mengutip

Firmansyah, L. M. F., Luthfia, H. ., Fajrin, F., Zahari, M. J., Ilmi, I. N., & Kamase, G. A. P. P. (2026). Analisis Studi Kesenjangan Infrastruktur di Kawasan Pusat Permukiman pada Kelurahan Dasan Agung dan Kekalik Jaya Kota Mataram. SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi Dan Teknik Sipil, 4(2), 69–76. https://doi.org/10.29303/sade.v4i2.130

Terbitan

Bagian

Artikel

Kategori

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama