Analisa Tapak pada Perancangan Sekolah Rakyat Menengah Atas di Bangkalan
DOI:
https://doi.org/10.29303/sade.v5i1.153Kata Kunci:
Anak Tidak Sekolah, Sekolah Rakyat, Tapak, Aksesibilitas Pendidikan, Zona PendidikanAbstrak
Kabupaten Bangkalan mencatat angka Anak Tidak Sekolah (ATS), Drop Out (DO), dan Lulusan Tidak Melanjutkan (LTM) yang tinggi, sehingga dibutuhkan fasilitas pendidikan alternatif yang lebih inklusif dan mudah diakses. Perancangan Sekolah Rakyat Menengah Atas di Bangkalan diusulkan untuk memberikan kesempatan pendidikan bagi remaja yang tidak sekolah maupun putus sekolah. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu studi teori mengenai aspek tapak, penilaian lokasi menggunakan sistem skor, serta analisis hasil untuk menentukan tapak terbaik. Aspek yang dinilai meliputi zonasi, aksesibilitas, utilitas, fasilitas pendukung, elevasi tapak, kondisi lingkungan, serta potensi pengembangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tapak di Jl. Raya Telang, Kecamatan Kamal, memenuhi syarat sebagai zona pendidikan, memiliki akses jalan memadai, luas lahan cukup, serta regulasi tapak seperti GSB 2 meter, KLB 1,2, KDB 80%, dan KDH 15%. Secara keseluruhan, lokasi ini dinilai layak untuk pengembangan Sekolah Rakyat karena mampu mendukung kebutuhan ruang belajar, kegiatan luar ruang, dan fungsi sekolah sebagai pusat kegiatan masyarakat.
Referensi
Andarwati, R. A., Rolalisasi, A., & Murti, F. (2024). Kriteria pemilihan tapak pada perancangan rumah susun sederhana milik di Medokan Ayu Surabaya. Jurnal Arsitektur DASENG, 13(3). https://doi.org/10.35793/daseng.v13i3.57266
Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangkalan. (2021, 28 Februari). Kabupaten Bangkalan dalam Angka 2021. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangkalan.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangkalan. (2022, 28 Februari). Kabupaten Bangkalan dalam Angka 2022. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangkalan.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangkalan. (2023, 28 Februari). Kabupaten Bangkalan dalam Angka 2023. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangkalan.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangkalan. (2024, 28 Februari). Kabupaten Bangkalan dalam Angka 2024. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangkalan.
Ching, F. D. K. (2014). Architecture: Form, space, and order (4th ed.). John Wiley & Sons.
Kementerian Pendidikan Nasional. (2007). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.
Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2024). Pedoman penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Jakarta: Kementerian Sosial RI.
Lynch, K., & Hack, G. (1984). Site planning (3rd ed.). MIT Press.
Nugroho, A., & Santoso, B. (2020). Analisis pemilihan lokasi sekolah di daerah 3T menggunakan metode skoring. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 31(2), 112–128.
Suryadi, A. (2014). Pendidikan, investasi SDM, dan pembangunan. Widya Aksara Press.
Tilaar, H. A. R. (2009). Kekuasaan dan pendidikan: Manajemen pendidikan nasional dalam pusaran kekuasaan. Rineka Cipta.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Enrico Rafi Marbella, Intan Kusumaningayu, Khoudiy Iffiyah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak cipta dan lisensi setiap artikel yang diterbitkan di situs jurnal dipegang penuh oleh penulis artikel dan tidak boleh disalahgunakan, dilipatgandakan, serta dipublikasikan diluar situs SADE untuk kepentingan tertentu tanpa persetujuan dari penulis.













