Analisis Tinjauan Aksi pada Perencanaan Pengembangan Stadion Sepak Bola di Kabupaten Nganjuk

Penulis

  • Dion Ardian Oktaviano Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Febby Rahmatullah Masruchin Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Darmansjah Tjahja Prakasa Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.29303/sade.v5i1.146

Kata Kunci:

Aksi Pengembangan, Kabupaten Nganjuk, Keterbatasan Lahan, Stadion Anjuk Ladang, Standar Stadion

Abstrak

Stadion Anjuk Ladang sebagai fasilitas utama sepak bola di Kabupaten Nganjuk telah mengalami ketertinggalan infrastruktur dan ketidaksesuaian dengan standar prasarana dan sarana stadion sepak bola dalam Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 7 Tahun 2021, terutama pada aspek sirkulasi, zonasi keamanan, dan fasilitas pengguna, sehingga membatasi operasional pertandingan profesional. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan eksisting, mengevaluasi kendala keterbatasan lahan, serta merumuskan arah pengembangan stadion yang sesuai standar nasional dan kebutuhan masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitik dengan data primer dari observasi lapangan dan data sekunder dari kajian regulasi serta pengukuran digital Google Earth sebagai perbandingan dan kebutuhan luasan lahan pengembangan, dianalisis melalui perbandingan standar (kualitatif-kuantitatif), benchmarking luas lahan stadion rujukan, serta sintesis rekomendasi aksi desain.​ Hasil menunjukkan ketidaksesuaian 81,48% dari 27 kriteria standar yang disandingkan, dengan luas lahan eksisting hanya 2,92 ha di bawah minimal ideal ≥3,5 ha berdasarkan studi banding Stadion Brawijaya (3,50 ha), Wilis (4,02 ha), dan Letjend H. Soedirman (3,97 ha). Kesimpulan merekomendasikan pembangunan ulang menyeluruh atau relokasi untuk membentuk zonasi aman, sirkulasi terpisah, dan fasilitas multipurpose. Implikasi penelitian mendukung pengembangan olahraga profesional Persenga Nganjuk dan ekonomi lokal melalui stadion modern yang aman serta inklusif.

Referensi

Parengkuan, N., Paturusi, A., & Lomboan, F. (2022). Pentingnya fasilitas sepak bola sebagai ruang publik masyarakat. Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Kota, 5(2), 112–127.

Zainuddin, Z., Nurjannah, S., & Dahrma, P. (2023). Stadion sebagai fasilitas esensial dalam penyelenggaraan pertandingan olahraga. Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur, 18(1), 45–62.

Mulyana, A., Shafira, D., Aditya, F. A., Anggia, I. R., Haq, M. A., Daud, M. R. B., Putri, N. N. K., & Ardhiyansah, S. (2024). Mengapa sepak bola menjadi populer di kalangan siswa sekolah dasar? Indo-MathEdu Intellectuals Journal.

Karim, A., & Jahrir, A. S. (2022). Korelasi komponen fisik dengan hasil belajar dribbling sepak bola. Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI), 2(2). https://doi.org/10.55081/joki.v2i2.589

Syahputra, I. (2016). Terbentuknya identitas fans sepak bola sebagai budaya massa dalam industri media. INFORMASI: Kajian Ilmu Komunikasi, 46(2), 205–214. https://www.academia.edu/download/72456237/pdf.pdf

Hendika, F., & Nuraeni, N. (2020). Globalisasi hooliganisme terhadap suporter sepak bola di Indonesia. Jurnal Hubungan Internasional, 13(1), 121. https://doi.org/10.20473/jhi.v13i1.18269

Ahmad, H., & Yahmun. (2017). Pemahaman tentang budaya supporter sepak bola (kajian fenomenologi berdasarkan kasus supporter sepak bola Aremania Malang). Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya, 23(1).

Aulia, A., & Asfar, A. (2021). Peran sarana prasarana terhadap motivasi dan prestasi atlet (studi pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Riau). JMBT (Jurnal Manajemen dan Bisnis Terapan), 3(2), 141–150.

Barza, P., & Suryanti, F. E. (2022). Pengaruh sarana prasarana dan motivasi terhadap prestasi olahraga pada atlet Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau. Sains Akuntansi dan Keuangan, 1(4), 237–251. https://sak.akademimanajemen.or.id/

Andayani, H., & Nurharsono, T. (2022). Penggunaan sarana prasarana untuk meningkatkan prestasi pada atlet bola basket di Club Ranggajati Cirebon. Indonesian Journal for Physical Education and Sport, 3(1), 55–62. https://doi.org/10.15294/inapes.v3i1.54775

John, G., & Sheard, R. (2000). Stadia: A design and development guide (2nd ed.). Architectural Press.

Newman, O. (1972). Defensible space: Crime prevention through urban design. Macmillan.

Fauzi, I. M. (2021). Pengaruh variasi latihan stop passing terhadap keterampilan stop passing dalam permainan sepak bola (eksperimen pada anggota SSB Garuda Jaya Desa Sumberjaya Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis) [Skripsi, Universitas Siliwangi].

Fédération Internationale de Football Association. (2011). Football stadiums: Technical recommendations and requirements (5th ed.). FIFA.

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. (2021, 29 Desember). Standar prasarana dan sarana stadion dan lapangan sepak bola (Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 7 Tahun 2021). https://www.peraturan.go.id/id/permenpora-no-7-tahun-2021

PSSI Jawa Timur. (2021). Profil Persenga Nganjuk: Laskar Singo Barong. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Wilayah Jawa Timur. https://www.pssijatim.com/team/persenga-nganjuk

Persenga Nganjuk FC. (2017, Desember 16). Sejarah Persenga Nganjuk: Persenga atau Persatuan Sepakbola Nganjuk merupakan man… [Status update]. Facebook. https://www.facebook.com/PersengaNganjukFC/posts/sejarah-persenga-nganjuk-persenga-atau-persatuan-sepakbola-nganjuk-merupakan-man/138955550143637/?locale=id_ID

Google Earth. (2025). https://earth.google.com/

Unduhan

Diterbitkan

09-07-2026

Cara Mengutip

Ardian Oktaviano, D., Masruchin, F. R., & Prakasa, D. T. (2026). Analisis Tinjauan Aksi pada Perencanaan Pengembangan Stadion Sepak Bola di Kabupaten Nganjuk. SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi Dan Teknik Sipil, 5(1), 17–28. https://doi.org/10.29303/sade.v5i1.146

Terbitan

Bagian

Artikel

Kategori